Platform riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Masuk petugas

Skrining pertumbuhan anak dengan tiga usia

Bandingkan usia berat, usia tinggi, dan usia kronologis untuk membantu menentukan anak yang perlu diperiksa lebih lanjut.

  • WHO 2006
  • Permenkes No. 2 Tahun 2020
  • Dapat digunakan secara luring
Contoh hasil skrining Perlu ditinjau lebih lanjut
Usia berat 12,7 bln
Usia tinggi 15,1 bln
Usia kronologis 24,0 bln

Usia berat < usia tinggi < usia kronologis

Contoh: anak laki-laki 24 bulan, berat 9,8 kg, tinggi 78,5 cm. Contoh ini bukan diagnosis.

Foto ilustrasi: CDC/Unsplash

Konsep inti

Tiga usia, satu pola

Usia berat menunjukkan umur ketika median berat badan anak rujukan WHO setara dengan hasil pengukuran saat ini. Usia tinggi menggunakan prinsip yang sama berdasarkan panjang atau tinggi badan. Keduanya kemudian dibandingkan dengan usia kronologis, yaitu umur anak sebenarnya.

Perbandingan ini membantu tenaga kesehatan mengenali pola pertumbuhan yang perlu ditinjau lebih lanjut. Hasilnya tidak berdiri sendiri dan tetap harus dibaca bersama riwayat pertumbuhan, ketepatan pengukuran, serta pemeriksaan klinis.

Usia berat 12,7 bln
Usia tinggi 15,1 bln
Usia kronologis 24,0 bln

Usia berat < usia tinggi < usia kronologis

Kenali pola yang perlu dievaluasi

Berat tertinggal lebih jauh daripada tinggi. Konfirmasi pengukuran dan lakukan evaluasi lebih lanjut.

Usia berat 16,2 bln
Usia tinggi 16,5 bln
Usia kronologis 24,0 bln

Usia berat setara usia tinggi < usia kronologis

Pertumbuhan tampak proporsional

Nilai bersama riwayat pertumbuhan, tinggi badan orang tua, dan pemeriksaan klinis.

Usia berat 21,0 bln
Usia tinggi 15,8 bln
Usia kronologis 24,0 bln

Usia tinggi < usia kronologis, usia berat lebih besar

Pertimbangkan faktor lain

Tinggi tertinggal sementara berat relatif lebih. Pola ini tidak khas kekurangan gizi.

Angka merupakan contoh ilustrasi, bukan hasil pasien.

Interpretasi pola tidak dapat digunakan sebagai diagnosis tunggal.

Cara kerja kalkulator

Empat langkah dari hasil pengukuran hingga saran tindak lanjut.

  1. 1

    Masukkan pengukuran

    Isi tanggal lahir, jenis kelamin, berat badan, serta panjang atau tinggi badan anak.

  2. 2

    Lakukan perhitungan

    Sistem menghitung z-score dan memperkirakan usia berat serta usia tinggi berdasarkan standar yang digunakan.

  3. 3

    Tinjau polanya

    Usia berat dan usia tinggi dibandingkan dengan usia kronologis untuk melihat bagian yang tertinggal.

  4. 4

    Tentukan tindak lanjut

    Tinjau tingkat risiko, alasan, serta saran pemeriksaan atau pemantauan berikutnya.

Dirancang untuk Posyandu dan layanan primer

Informasi yang ditampilkan menyesuaikan peran dalam pelayanan dan penelitian.

Dokter memeriksa anak dengan pendampingan orang tua
Foto ilustrasi: Vitaly Gariev/Unsplash

Kader Posyandu

Masukkan hasil pengukuran dan baca saran pemantauan dengan cepat, termasuk saat koneksi terbatas.

Bidan dan petugas Puskesmas

Kelola riwayat pertumbuhan, persetujuan wali, intervensi, dan lembar rujukan dalam satu alur.

Dokter dan peneliti

Tinjau evaluasi klinis, ekspor data penelitian, dan analisis kinerja alat secara terstruktur.

Tentang penelitian

Status: sedang dalam tahap penelitian dan validasi.

Kalkulator ini dikembangkan dalam penelitian Pengembangan dan Validasi Kalkulator Skrining Digital Berbasis Pedoman Nasional untuk Deteksi Dini dan Triase Risiko Stunting pada Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Tenaga kesehatan menggunakan laptop dan stetoskop
Foto ilustrasi: National Cancer Institute/Unsplash

Baca selengkapnya

Desain
Studi akurasi diagnostik, potong lintang
Subjek
270 anak usia 0 sampai 59 bulan
Lokasi
Wilayah kerja Puskesmas Tanjungsari, Pamulihan, dan Sukasari, Kabupaten Sumedang
Standar rujukan
Penilaian dokter spesialis anak secara tersamar
Target kinerja
Sensitivitas dan spesifisitas minimal 80%, kappa minimal 0,61
Periode
April sampai Desember 2026

Tim peneliti

  • Aly Diana, dr., M.Kes., MPH(Nutr), PhD

    Ketua periset

    Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK Universitas Padjadjaran

  • Viramitha Kusnandi Rusmil, dr., M.Kes., Sp.A(K)

    Anggota periset

    Ilmu Kesehatan Anak, FK Universitas Padjadjaran

  • Mulya Nurmansyah Ardisasmita, dr., M.T.

    Anggota periset

    Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK Universitas Padjadjaran

  • Claudia Leong

    Mitra peneliti internasional

    Ara Institute of Canterbury, Christchurch, Selandia Baru

Kolaborasi penelitian

Mitra dan lokasi

  • Universitas Padjadjaran Fakultas Kedokteran
  • Ara Institute of Canterbury Christchurch, Selandia Baru
  • Puskesmas Tanjungsari Kabupaten Sumedang
  • Puskesmas Pamulihan Kabupaten Sumedang
  • Puskesmas Sukasari Kabupaten Sumedang

Tanya jawab

Apakah hasil kalkulator sama dengan diagnosis stunting?

Tidak. Kalkulator menilai data antropometri dan pola pertumbuhan untuk triase. Diagnosis stunting memerlukan pemeriksaan dokter, termasuk menyingkirkan penyebab perawakan pendek yang bukan karena gizi.

Standar apa yang dipakai?

Standar Pertumbuhan Anak WHO 2006 yang ditetapkan di Indonesia melalui Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kategori status gizi mengikuti peraturan tersebut.

Mengapa anak di bawah 24 bulan diukur telentang?

Standar WHO untuk umur 0 sampai 24 bulan disusun dari panjang badan telentang, sedangkan umur 24 sampai 60 bulan dari tinggi badan berdiri. Bila cara ukur berbeda, kalkulator mengoreksi 0,7 cm secara otomatis.

Apa beda usia berat dengan BB/U?

BB/U menyatakan seberapa jauh berat anak dari median dalam satuan standar deviasi. Usia berat menyatakan umur ketika median berat anak rujukan setara dengan berat anak tersebut, sehingga mudah dibandingkan dengan usia tinggi dan umur sebenarnya.

Bagaimana data anak dijaga?

NIK tidak disimpan, hanya nilai hash berkunci. Nama dan kontak disimpan terpisah dan hanya dapat dilihat petugas yang berwenang. Data untuk analisis diekspor dengan kode subjek.

Bisakah dipakai tanpa internet?

Setelah aplikasi dipasang dan dibuka sekali saat daring, kalkulator tetap dapat menghitung tanpa sinyal. Menyimpan data ke server tetap memerlukan koneksi.

Mulai skrining pertumbuhan

Gunakan kalkulator tanpa akun, atau masuk sebagai petugas untuk menyimpan riwayat pengukuran dan membuat lembar rujukan.

Pasang di layar utama

Buka kalkulator sekali saat tersambung internet agar berkasnya tersedia untuk penggunaan tanpa sinyal. Penyimpanan data petugas tetap memerlukan internet.

Android atau tablet dengan Chrome
  1. Buka Pola Tumbuh di Chrome.
  2. Ketuk menu titik tiga di kanan atas.
  3. Pilih Tambahkan ke layar utama atau Instal aplikasi.
  4. Ikuti konfirmasi Instal atau Tambahkan.
iPhone atau iPad dengan Chrome
  1. Buka Pola Tumbuh di Chrome.
  2. Ketuk Bagikan di sebelah kanan kolom alamat.
  3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama.
  4. Periksa nama aplikasi, lalu ketuk Tambahkan.

Jika pilihan belum tersedia, perbarui Chrome dan iOS, atau buka alamat yang sama di Safari.

iPhone atau iPad dengan Safari
  1. Buka Pola Tumbuh di Safari.
  2. Ketuk Bagikan.
  3. Pilih Tambahkan ke Layar Utama, lalu ketuk Tambah.
Laptop atau komputer dengan Chrome
  1. Buka Pola Tumbuh di Chrome.
  2. Klik ikon instal di kolom alamat jika tersedia. Alternatifnya, buka menu titik tiga, lalu menu Cast, simpan, dan bagikan dan pilihan instal halaman sebagai aplikasi.
  3. Konfirmasi pemasangan. Nama menu dapat berbeda menurut versi Chrome.

Jika aplikasi sudah terpasang, buka dari layar utama. Jika dibuka melalui WhatsApp atau Instagram, buka dahulu di Chrome atau Safari.